5 Skandal Paling Menghebohkan di Skena E-Sports Dota 2

5 Skandal Paling Menghebohkan di Skena Esports Dota 2

Artikel domino.comBANDAR66 – Skena esports Dota 2 bisa dibilang jadi salah satu yang paling aktif di dunia. Sejak menggelar Tournament The International pada tahun 2011, game garapan Valve ini mencuri banyak perhatian lantaran menawarkan hadiah yang sangat besar. Para penyelenggara tournament pun aktif memasukannya sebagai cabag game yang mereka kompetisikan di beberapa kesempatan.

KLIKQQ – Meski begitu, tentu ada masalah yang bisa saja timbul dari penyelenggara kompetisi ini. Sebut saja pengaturan skor, bug , atau skandal lainnya pernah mewarnai rangkaian kompetisi esports Dota 2.

Di antara banyak kasus yang pernah terjadi, lima kasus di bawah ini terbilang menjadi yang paling pelik hingga bisa di kategorikan sebagai skandal memalukan. Simak punuturan KINCIR berikut ini!

1.Mengalah Demi Uang 322 Dollar

Alexei Berezin atau yang lebih dikenal sebagai “Solo” merupakan pemain bertalenta asal Rusia. Kapten dan salah satu Suport terbaik ini sempat tersandung kasus pengaturan skor di tahun 2013 pada ajang Starladder.

Saat itu, Solo ketahuan membiarkan teamnya, ROX , untuk kalah dari zRage sebagai team underdog yang punya kapasitas permainan di bawah team ROX saat itu.

Tim Starladder melakukan investigasi dan menemukan fakta bahwa solo memenangkan 322 Dollar di sebuah situs judi. Solo sempat diisukan mendapatkan pelarangan main di Starladder seumur hidup.

Beruntungnya, berkat usahanya untuk meminta maaf dan menerima konsekuensinya, pihak penyelenggara melepas sanksi ini setahun kemudian. Berkat usahanya untuk kembali dari keterpurukan, Solo tengah menjadi kapten untuk Virtus Pro, salah satu squad paling ditakuti dari Region CIS.

2.”Fountain Hook” Bersejarah The International 2013

Hasil gambar untuk fountain hook

Di ajang The International 2013, Natus Vincere bertemu lawan kuat dari Tiongkok, Tongfu di babak Lower Bracket Final. Sempat kalah dan harus berhadapan di game krusial, NaVi terdesak untuk menggunakan sebuah “bug.”

Ketika dikombinasikan dengan Chen, Pudge bisa membuat Hook-nya mampu menarik lawan hingga ke arah fountain. Momen ini sering disebut sebagai “Fountai Hook” yang sangat bersejarah.

Berkat Test Of Faith milik Chen , Pudge bisa teleportasi ke Fountain serta membawa musuh yang terkena Hook miliknya. Dengan cara ini, Puppey dan Dendi bisa membalikkan keadaan. Hao dari Tongfu yang saat itu memakai Gyrocopter menjadi salah satu Carry yang sangat berbahaya. Dia pun kerap jadi sasaran strategi tersebut.

Meski pihak TongFu mengakui kekalahan, tetap saja banyak saja banyak pihak yang menggangap cara ini curang. Fountai Hook adalah salah satu contoh kalau bug bisa terjadi dan membuat permainan tidak seimbang.

3.Shanghai Major Dipenuhi Masalah

Hasil gambar untuk Shanghai Major

Tournament Dota 2 dikenal punya gelaran yang selalu meriah. Meski begitu, Shanghai Major yang digelar 2016 lalu digadang – gadang sebagai event paling buruk di sepanjang E – Sports Dota 2. Mulai dari masalah siaran, pelayanan para pemain atau penonton, hingga pemecatan salah satu talent membuat Shanghai Major dirundung banyak permasalahan.

Dihari pembukaan, atmosfer negatif mulai merundung Shanghai Major lantaran produksi siaran mengalami banyak masalah. Beberapa pemain bahkan kecurian alat pribadi mereka seperti keyboard dan mouse saat fase grup digelar.

Perfect World sebagai penyelenggara dituding sebagai penyebab bobroknya gelaran ini. Berangkat dari kejadian ini. Valve meminta maaf dan melepas Perfect World menuju hari – hari terakhir Shanghai Major.

4.Kasus Rasisme Kuku dan Skemberlu

Hasil gambar untuk kasus rasisme kuku dan skemberlu

Di akhir 2018, dua pemain profesional Dota 2 tersandung isu rasisme. Kuku dari TNC dan Skemberlu yang saat ini main untuk CompLexity dituding melakukan lontaran berbau rasisme. Kuku yang sedang bermain di publik dengan terang – terangan mengetik “ching-chong”, sedangkan Skemberlu bahkan melontarkan ketika ajang Bucharest Minor.

Tentunya skandal ini diendus oleh pihak Valve yang langsung memberikan sanksi kepada tim dari kuku dan Skemberlu. Skem bahkan harus rela dilepas oleh CompLexity, sedangkan Kuku sempat dikecam engak boleh menghadiri Chongqing Major yang digelar di Tiongkok.

5.Team Indonesia Terbukti Melakukan Match Fixing

Hasil gambar untuk Tim Indonesia Terbukti Melakukan Match Fixing dota 2

Tidak hanya skandal di negara luar saja, pemain dalam negeri juga pernah terlibat match fixing dan mencoreng reputasi Indonesia. Mereka adalah team Mahameru yang sempat mengikuti ajang Join Dota League 2015. Di antara kelima pemain, tiga di antaranya terbukti memasang taruhan untuk lawan mereka dan mengalah di dalam game.

Investigasi yang dilakukan oleh Join Dota mengemukakan kalau dua dari pemain Mahameru, yakni SPACEMAN dan Oclaire terbukti memasang taruhan. Karena mengakui kesalahan mereka dan meminta maaf kepada komunitas, team mahameru serta para pemain yang terlibat dihukum untuk empat musim atau sekitar satu tahun penyelenggaraan Join Dota dan Tournament yang mereka selenggarakan.

***

Bagaimana menurut kalian skandal yang penuh kontroversi di skena esports Dota 2 ini ? Mana skandal yang menurut kalian paling menghebohkan? Jangan sungkan untuk bagikan pendapat kalian di kolom komentar ya , terus ikutin juga berita serta tulisan menarik seputar game lainnya.

author
Author: 
    5 Rahasia Trik Menang Mudah bermain Poker Online Di Situs KLIKQQ
    5 Rahasia Trik Menang Mudah bermain Poker Online Di Situs KLIKQQ
    Artikel domino.com – Situs agen judi online
    7 Trik Ampuh Untuk Menang Bermain AduQ Online
    7 Trik Ampuh Untuk Menang Bermain AduQ Online
    Artikel domino.com – Permainan AduQ Online adalah
    Tips Dan Trik Agar Selalu Menang Main Sakong
    Tips Dan Trik Agar Selalu Menang Main Sakong
    Artikel Domino.com – Hallo para pecinta judi
    Cara Mudah Menang dalam Bermain Bandar66
    Cara Mudah Menang dalam Bermain Bandar66
    Artikel domino.com – Bandar66 online merupakan salah

    Leave a reply "5 Skandal Paling Menghebohkan di Skena E-Sports Dota 2"

    Must read×

    Top